Asal-usul perayaan Lucia ada dua macam. Dari Skandinavia, yang penuh hokus pokus, dan dari Italia. Yang dari Skandinavia benar-benar tok-tok-tok deh. Si Lucia ini konon wira-wiri bawa lilin untuk mengusir roh jahat. Jieh, roh jahat kok diusir pake lilin. Yang dari Italia, Santa Lucia adalah santa pelindung yang meninggal sebagai martir di tahun 300.
Tradisi Lucia secara resmi dirayakan di Skansen, taman raya terbesar di Stockholm, pada tahun 1893. Tahun 1927 dimulailah arak-arakan Lucia di tempat umum. Yaitu, arak-arakan yang terdiri dari Lucia, maids, star boys dan kadang-kadang disertai Sinterklas. Mereka bernyanyi lagu-lagu Lucia. Foto-foto ini diambil dari Christmas party di gereja, sambil sekaligus mengadakan perayaan Lucia. Meskipun Santa Lucia itu martir, yang notabene seseorang yang religius, di jaman modern ini perayaan Lucia tidak terbatas di kalangan gereja. Tanggal 11 kemarin misalnya, di Infra City, area tempat saya bekerja, murid-murid SMA setempat jurusan musik menunjukkan kebolehan mereka menyanyikan lagu-lagu Lucia di Infra City business center. Beautiful. Sempat saya shoot, sayangnya page ini ogah meng-up load video kreasi saya. Cuih. Oh iya, saking semangatnya dengan perayaan Lucia, kadang-kadang, ada beberapa perusahaan yang karyawan-karyawannya secara sukarela mengadakan perayaan Lucia. Yap, mereka memakai kostum Lucia dan menyanyi lagu-lagu Lucia. Hihihi. Bayangkan, ibu-ibu pake kostum Lucia, hahaha, alangkah outrageous-nya!!
Tradisi ini sangat kuat, sampai-sampai SVT, TVRI-nya Swedia, dan SVR, RRI-nya Swedia, harus menyiarkan tayangan atau lagu-lagu Lucia setiap tanggal 13 Desember. Kalau tidak, dijamin deh, telepon mereka akan krang-kring tiada henti dan setiap telepon hanya berisi komplain mengapa tidak ada acara Lucia. Oh iya, di jaman modern ini, setiap tahun ada pemilihan Lucia of the Year. Mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat nasional. Kriterianya, I have no idea! Tenan. Mungkin dia yang paling tahan kejatuhan lilin yang menang ya..hihihi. Oh iya lilin. Untuk alasan safety, mahkota lilin di kepala itu kadang-kadang diganti lampu seperti lampu di adventljusstake, cuma dengan bateri, bukan listrik.
Selamat menikmati poto-potonya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar