Minggu, 29 November 2009





I know, I know, ini misih bulan November, dan rasanya tidak wangun membicarakan Christmas. Tapi, seperti di cerita sebelumnya, minggu-minggu menjelang Natal adalah saat-saat penuh tradisi. Julmiddag (baca: yul midah) atau Christmas dinner adalah salah satunya. Julmiddag bersama teman-teman, kolega, business associates, club, pokoknya selain keluarga, "harus" dilakukan sebelum tanggal 24 Desember. Karena pada tanggal itu, saatnya orang merayakan Natal bersama keluarga. Bayangkan sekarang. Sebelum tanggal 24 Desember sudah harus kelar Julmiddag. Bapak yulmidah dengan kolega. Ibu yulmidah dengan kolega. Kalau bapak dan ibu punya banyak business partner dan associates, mereka juga harus yulmidah dengan mereka-mereka itu. Kalau bapak tergabung dalam sebuah club, bapak yulmidah dengan club. Kalau mereka berjemaat, mereka juga yulmidah dengan jemaat gereja. Begitu seterusnya. Semakin luas jaringan sosial dan business seseorang, semakin banyaklah acara yulmidah. Jadi janganlah heran bila beberapa yulmidah dimulai jauh-jauh hari sebelum Natal.

Malam ini kami yulmidah bersama Corvette Club di sebuah restoran bernama Tyrol di Stockholm. Nyyaaaa..sebenarnya saya tak mau men-disclose menu apa saja yang tersaji di sana sih. I don't want to steal the Christmas thunder. Idealnya saya pengin cerita tentang makanan Natal nanti menjelang tanggal 24 Desember. Tapi well, apa boleh buat. Singkatnya, menu yang tersedia di sana, karena itu yulmidah, ya Julbord (baca yul burd). Yulburd sebenarnya berarti Christmas table. Tapi, kalau kita mendengar kata yulburd, kita langsung dhong itu adalah hidangan buffé yang berupa makanan-makanan khas Natal. Malam ini yulburd-nya enak. Tidak sia-sia membayar 549 kronor per kepala. Ada daging babi, daging kalkun, daging rusa, daging kijang, bakso babi, bakso ayam, bakso rusa, sosis babi, sosis ayam, sosis rusa, kentang rebus, kentang dipanggang dengan ikan anchovy dan krim, telur rebus dengan kaviar, berbagai jenis ikan salmon dimasak berbagai macam cara, berbagai macam dressing, berbagai macam salad, berbagai macam keju dari mulai keju biasa sampai keju yang baunya seperti kaki, berbagai macam cake dan coklat dan es krim. Huekk. Sampai mblenek makannya. Oh iya, sebelum yulmidah dimulai, kami disuguhi minuman namanya glögg (baca: gloek). Kalau orang Amrik minum eggnog di malam natal, kami bangsa viking minum glögg. Apa itu glögg, nanti diskripsi lengkapnya saya cari di wikipedia ya. Pokoknya, minuman itu manis dan enak! Ada yang beralkohol, ada juga yang tanpa alkohol. Glögg selalu diminum hangat-hangat, dan dicemplungi kacang mandel dan kismis. Huenak, saya sukaaa kacang mandel!!

Hmmm..lihat di foto ada tulisan "Björnstek"? Hmmm..itu artinya beruang goreng. Saya sampai jadi haaahhh?? Tapi benar, restoran ini ternyata menyediakan daging beruang di antara menu Natal lainnya. Rasanya? Hmmmm..enak. Ada juga bakso beruang. Kenta bilang enak sekali, tapi menurut saya agak gimanaa gitu rasanya! Ada juga hidangan yang, jangankan mencicipi, memotret pun saya tak tega. Di dekat piring saji tertulis: "Bäver". Bahasa Inggrisnya berarti "beaver". Bahasa Indonesianya berarti...berang-berang. Masyaaloh.

Anyway sekarang kami sudah di rumah. Kekenyangan, dan tencrem.

Sabtu, 28 November 2009

Advent Candles

Tidak menduga sama sekali. Saya pikir, lepas dari gereja St. Petrus dan Paulus Temanggung membuat saya terbebas dari tradisi agama Katolik: Masa Advent. Ingat tidak mbak Nit, menjelang Natal, empat buah lilin selalu tersedia dan menyala menurut urutan minggu? Ternyata saya end up di negara yang make a big deal mengenai Masa Advent. And more.

Minggu-minggu menjelang Natal di Suwediya adalah bulan yang penuh tradisi. Salah satunya, masa Advent. Haqul yakin deh, mbesok hari Minggu di gereja Norrortskyrkan (baca: Norutsyirkan) pasti lilin advent sudah menyala. Tapi, kegiatan lilin-lilin kecil ini tidak hanya terbatas di lingkungan gereja. Banyak keluarga yang kalau menerima tamu selalu menyalakan lilin advent. Well, orang Suwediya memang tergila-gila sama lilin sih. Menurut mereka, ngobrol di ruang tamu yang diterangi dengan lampu remang-remang dan nyala lilin membuat suasana jadi "mysig" (terjemahan bebasnya kira-kira "warm and cozy").

Selain itu, yang namanya "adventsljusstake" (baca: advents yustake) selalu terpasang di pinggir jendela. Bukan cuma di rumah-rumah, tapi juga di kantor-kantor, supermarket, salon, you name it dah. First of all, yustake itu sebenarnya artinya candle holder. Any candle holder. Tapi adventsljusstake selalu berupa lampu dengan holder mirip seperti tempat lilin bangsa Yahudi. Kebanyakan adventsljusstake selalu berlengan tujuh. Tapi sekarang ada juga yang lengannya cuma lima, atau bahkan tiga. Anehnya, tradisi ini bukan diinspirasikan oleh bangsa Yahudi, tapi diperkenalkan oleh bangsa Jerman beratus-ratus tahun yang lalu. Berapa lama advent yustake terpasang, menurut wikipedia sampai Natal ke 20, alias 20 hari setelah tanggal 25 Desember. Hmm..berapa lama ya keluarga Gustafsson memasang advent yustake? Sak bosene. Kalau sudah eneg dengan sembarang berbau Natal, ya kukutan lah.


Anyway, di malam hari suasana jadi mysig dengan adanya advent yustake ini, karena ke mana pun kita pergi, selalu bisa melihat 7 lampu di balik jendela. November - Desember adalah bulan yang gelap gulita di Suwediya, jadi lampu-lampu itu bisa menghidupkan suasana.

Senin, 23 November 2009

The blessing of the Lord maketh rich, and He adds no sorrow to it! Part 2

Saking senengnya punya lapitop, saya selalu "Yeyeyeye, aku punya laptop, yeyeye kamu endak punya, yeyeye endak boleh pinjam!" ke Kenta. Guyon tentu saja, dan Kenta pun cuma menjawab: "Jajajaja!!". Pikir saya, tidak mungkin dia tertarik dolanan dengan lapitop ini. Deal dengan PC biasa saja sudah pekerjaan melelahkan buat dia kok! Hihihi..peace darling, jag älskar dig! ^_^. Eh hari ini tahu-tahu dia lelepon ke kantor, moso-moso. Katanya, dia lihat istrinya ngenet di tempat tidur kok enak sekali sepertinya, dan dia pengin mendapatkan privilage yang sama..hihihi. And it turned out to be a chaos! Dia cari website kesukaannya (website penuh dengan gambar knalpot), tapi tidak ketemu. Di pencet-pencet, layar blas tidak bergeming. Jiaaaahahaha, oh abang oh abang, dia had no idea kalau lapitop ini model "puter-puter tunyuk" alias touch pad, bukan model "pencet-pencet"! And what was worse, dimatikan dengan cara civil pun lapitop tak mau! Katanya, satu jam lamanya dia bekuthetan mencoba memecahkan misteri, tapi akhirnya menjadi lelah dan berputus asa. Saking sebalnya, dia cabut kabel power, tombol on/off dipencet, dan lapitop ditutup! And so, lapitop yang bagi saya the blessing of the Lord, bagi Ken-ken tidak lebih dari sekedar "bad machine, stupid machine, cheap machine"! Dan kembalilah si abang ke tempat semula, ke komputer lama, dan menikmati website yang penuh dengan gambar knalpot. Oh how I love my husband. Yang hilarious begini tak mungkin ditemukan di tempat lain!!

Minggu, 15 November 2009

Presented especially to you Sella, an Icelander!




Herman deh sama Sella ini. Punya bulik yang mbedhogrok di Swedia, kok cita-citanya berlibur ke Islandia. Afa maksudnya.. Tapi oke, anak moeda memang suka ada-ada saja.

Anyway busway istilah mbak Nit, untuk memenuhi undangan mbak Rita, hari ini saya berkunjung ke gereja di Stockholm bernama Kristikyrkan (baca: Kristi syirkan), artinya Gereja Kristus. Pak pendetanya orang Amrik yang sudah pintar berbahasa Swedia, jemaatnya mulai dari Swedia sampai Tibet. Astaganaga. Jadi ingat Tintin deh. Tapi yang paling penting, Tuhan Yesus tidak membolos kebaktian di gereja itu. Kebiasaan di Swedia, setelah kebaktian pasti ada acara "fika" atau "ngopi". Di Indonesia mungkin istilahnya "ramah-tamah" ya? Selama acara fika itu mbak Rita dengan manis memperkenalkan saya pada beberapa jemaat. Gara-gara muka saya muka imigran (yang penting bukan muke gile!), semua menyapa saya dalam boso enggres, dan mbak Rita selalu mengoreksi, "Pake boso suwediya juga oke-oke saja kok".

Lalu sampailah pada anak muda satu ini. Besar dan keriting, manis seperti ikan paus. Dia ber-"hai" dalam boso enggres dan memberi saya Swedish hug. Dan seperti semuanya, dia bertanya, kamu asal dari mana, sudah berapa lama tinggal di Swedia.. Bahasa Inggrisnya tanpa aksen, saya menduga dia sama-sama orang Amrik seperti pak pendeta. Ternyata dia baru pindah ke Swedia tiga minggu yang lalu.

"Perfect timing", kata saya, "pindah kok ya pas dingin dan gelap begini."
"No what-what", jawabnya dengan ceria, "Iceland lebih dingin dan gelap sekarang".

Jreng!!
"You're from Iceland?? I have to take picture of you!"
Lalu saya cerita bahwa saya punya keponakan di Indonesia yang punya cita-cita mulia (tapi tidak jelas mengapa) ingin berlibur ke Islandia. Dan dia berpose dengan suka rela.

"What's your name?" tanya saya.
Dia menyebutkan nama yang susah ditangkap telinga.
"Ha??"
"Reji, call me Reji".

Baiklah. Sayangnya saya tidak sempat tanya-tanya lebih banyak apa dan bagaimana di Islandia.
Tapi Sel, this is for you, your first Icelander. Selamat menikmati!

Lasagna anti somasi


Don't judge a book by its cover ya... Ini lasagna bukan sembarang lasagna. First of all, ini lasagna kesukaan Ken-ken. You know, sembarang yang berbau pasta dan creamy, membuat hatinya soenggoeh berbahagia. Yang kedua, psssttt..ini rahasia. Lasagna ini sebenarnya jurus supaya saya tidak disomasi. Semacam statement bahwa: "Oke oke, saya memang wira-wiri terus, tapi ai lopyu pul kok.."

Hari ini misalnya. Kami berdua bangun kesiangan ngan ngan ngan! Grobyak, padahal ada janji sama teman mau ke gereja di kota. Saya cuma ada waktu 2,5 jam di rumah sebelum harus lari-lari mengejar kereta. Si abang sudah merengut saja bawaannya. Saya tahu perasaannya. Dia merasa tidak diperhatikan. Soooo..saya pun gedubrakan di dapur memasak lasagna ini! By the time saya mau meninggalkan rumah, bukan wajah merengut yang saya dapat, tapi "have a good time, little one!" Horeee!!! Dan indeed, saya benar-benar had a good time di kota!! No guilt!!

Sabtu, 14 November 2009

Rumput Kucing!

Kejadiannya hari Sabtu minggu lalu. Di tengah-tengah acara kerja bakti di gereja, saya melincur sebentar ke Vallentuna Centrum yang terletak hanya beberapa ratus meter dari gedung gereja. Maksud hati mau berbelanja ala kadarnya di supermarket. Pas lewat rak chusus makanan kucing, eh, ada barang menarik yang belum pernah saya lihat. Kattgräs! Rumput kucing! Afa fula ini bah!

Saya lihat-lihat kemasannya, saya buka kotaknya, dan what a good idea! Di dalam kemasan itu tampaklah kotak-kotak kuecil nyaris seperti styrofoam, berwarna abu-abu. Ini kan rumput kering untuk kucing yang membantu mengeluarkan fur ball dan memperlancar pencernakan si kucing! Indoor cat seperti Cissi cuma bisa bermain di halaman kalau udara di luar hangat. Di halaman dia bisa merumput atau istilah orang Jawa njamu. Tapi kalau sudah menjelang musim dingin seperti ini, aduh mak, mana bisa! Cissi bahagia, tapi husse & matte bisa-bisa wahing-wahing terus kena udara dingin dari luar! So rumput kering seperti ini benar-benar a great invention! That's what I call modernization!

So begitu acara kerja bakti rampung, saya pulang dengan hati berbunga-bunga ceria. Saya tuang sedikit rumput kering itu ke mangkok, lalu saya cari Cissi. Si nok dolok ternyata sedang mlungker di tumpukan selimut. "Hai Cissi, lihat matte punya apa buatmu, cikucikuciku..cini cini cini cama matte!" Cissi bangun dengan giat, mengendus isi mangkok dengan antusias, lalu minggat dengan cuihnya. Eeee..ndak sopan!! Untung saya sabar tidak pemarah seperti Eyang Poppy. Coba kalau saya seperti beliau, saya pasti: "Susu kucing ra doyan, permen kucing ra doyan, doyane k*****!" (sensor sensor, hihihi..).

Bingung, saya lihat-lihat lagi kemasan rumput kucing itu. Masyaalah bocah, ternyata ada instruksi di bagian belakang kemasan. Ternyata oh ternyata, itu bukan rumput kering, tapi benih rumput!!! Menurut instruksi, saya harus menyiram barang abu-abu itu dengan air, lalu kemasan diletakkan di tempat kering, lembab, hangat dan terang. Dalam 3-4 hari rumput akan tumbuh dan monggo-monggo diaturaken kepada si kucing! Woalah alah, so much for the modernization!

Sekarang, ketika saya menulis ini, rumput sudah sukses tumbuh, dan kemasan saya letakkan di samping mangkok makanan Cissi. Perkara dia mau merumput atau tidak, only time will tell. We love you, Cissi!!