Sabtu, 19 Desember 2009

Perayaan Natal 2009


Ini foto-foto dari perayaan Natal plus Lucia di gereja kami, Norrutskyrkan (baca: Norutsyirkan), tanggal 13 Desember kemarin. Lebih dari 100 orang yang datang, puji Tuhan! Karena gedung gereja kami kecil, benar-benar jadi masalah besar untuk menampung lebih dari 100 orang. Tapi, glory be to God, dengan kerja keras, gotong-royong dan sayuk rukun, mereka sukses menyulap ruangan gereja jadi ruangan pesta!

Kami berkumpul bersama seperti layaknya keluarga. Tua, muda, besar, kecil, miskin, kaya (tidak ada yg miskin di kerajaan Allah ding, karena kami punya Tuhan yang men-supply all of our needs according to His riches in glory in Christ Jesus!!).


Siapa bilang makan enak harus mahal? Kami membayar 50 kronor (sekitar Rp. 60.000) per orang. Sandwich ini harganya hanya 45 kronor, dipesan dari supermaket bernama Coop. Yang 5 kronor cukup untuk membiayai Julmust (baca: yulmust - semacam root beer), glögg, pepparkaka (kue jahe) dan lussebular. Sandwichnya berupa roti, salami, pastrami, keju, rödbetsallad (semacam akar bit berwarna merah dicampur dengan mayonais dan krim), bakso Swedia, telur dan sayuran berupa tomat, selada dan mentimun. Enak, mengenyangkan, tapi tidak terlalu berat. Cucok untuk perayaan di siang hari! Oh iya, ada tulisan "mötersvärd" (baca: motesverd) di sebelah atas sandwich. Itu artinya meeting host/ess, atau gampangannya, usher. Saat itu, saya bertugas jadi usher bersama mas Olof. Dalam kebaktian biasa hanya perlu satu usher, tapi karena saat itu banyak pendatang, perlu ada dua ushers.

Ini foto bersama pak dan bu pendeta, pak Sven dan bu Inga-Lil Wiborn. Sebelum berpose, pak Sven bertanya: mau pose serius atau pose koclok? Tentu saja saya jawab: Pose koclok! Dan seperti inilah jadinya. Setelah men-cek hasil foto, saya bilang ke pak Sven: pendeta apaan sampeyan ini pak, tidak religius sama sekali! Dan pak Sven, seperti biasa, meledak tawanya.

Bu Inga-Lil lebih kalem pembawaannya, malah cenderung pendiam. Tapi, jangan tertipu, biarpun sepertinya pendiam, wanita ini tidak main-main kekuatannya! Pertama, beliau yang memperkenalkan pak Sven kepada Tuhan. Melalui ibu inilah pak Sven menjadi kresten. Kedua, ini ada cerita. Sebelum pak Sven menjadi pendeta, beliau aktif dengan kegiatan pelayanan. Ealah dalah, lha kok ada seorang pelayan Tuhan senior, yang dikagumi pak Sven, melakukan sesuatu yang mengecewakan hati beliau. Tahu kan arah cerita saya ke mana? Pak Sven menjadi tertipu dengan bisikan setan, dan jatuh dalam rasa tersinggung yang berkepanjangan. Dan tahu sendiri, sikap tidak memaafkan , pahit dan mbendhol mburi selalu membawa penyakit kejiwaan. Pak Sven mulai menutup diri, berhenti dari kegiatan pelayanan, dan depresi. Setelah bergelut dengan depresi yang berkepanjangan, lama-lama bu Inga-Lil tidak tahan lagi. Beliau memaksa suaminya ke gereja, and she took no for an answer! Beliau seret suaminya dari tempat tidur, nyantuni (benar-benar disantuni seperti anak kecil!), didudukkan di mobil, dan off mereka ke gereja! It pays off to go to church, kata pak Keith Moore selalu. Dalam hadirat Tuhan ada pertolongan dan jalan keluar! Pemimpin kebaktian pada saat itu menyampaikan "salam" dari Tuhan kepada pak Sven, lalu menyentuh dada beliau dengan ujung jari. Kata pak Sven, rasanya seperti tusukan jarum, tapi sesaat kemudian hadirat Tuhan melingkupi beliau. Hangat terasa di sekujur tubuh! kata beliau. Dan puji Tuhan senantiasa, saat itulah pak Sven dilepaskan dari depresi!

Sepertinya hari Minggu inilah "kebaktian" terlama sepanjang sejarah Norrortskyrkan. Kami yang seksi sibuk sudah mulai kerja bakti sejak jam 9 pagi. Jam 11 perayaan dimulai dan selesai jam 3 sore. Setelah itu? Bersih-bersih tentu saja! Capek, tapi senang dan puas. Terimakasih Tuhan!!





















1 komentar:

  1. Astagfirullah Pak Sven hahahaha nek ndelok expresi sing iki ki kayane ora mungkin bahwa dia pernah mutung kesarung barang, opo meneh njuk iso kotbah dan dipenuhi Roh Kudus, jan kayane kok ra mungkin hahahahaha. Berarti again, sing tok tok tok ki Juragane kok ancene.

    Layout e jan apik tenan Zeng le noto antara foto dan kata2. Kowe semakin pintal. See?? Kandhani koookkkk

    BalasHapus