Ini foto-foto dari perayaan Natal plus Lucia di gereja kami, Norrutskyrkan (baca: Norutsyirkan), tanggal 13 Desember kemarin. Lebih dari 100 orang yang datang, puji Tuhan! Karena gedung gereja kami kecil, benar-benar jadi masalah besar untuk menampung lebih dari 100 orang. Tapi, glory be to God, dengan kerja keras, gotong-royong dan sayuk rukun, mereka sukses menyulap ruangan gereja jadi ruangan pesta!
Bu Inga-Lil lebih kalem pembawaannya, malah cenderung pendiam. Tapi, jangan tertipu, biarpun sepertinya pendiam, wanita ini tidak main-main kekuatannya! Pertama, beliau yang memperkenalkan pak Sven kepada Tuhan. Melalui ibu inilah pak Sven menjadi kresten. Kedua, ini ada cerita. Sebelum pak Sven menjadi pendeta, beliau aktif dengan kegiatan pelayanan. Ealah dalah, lha kok ada seorang pelayan Tuhan senior, yang dikagumi pak Sven, melakukan sesuatu yang mengecewakan hati beliau. Tahu kan arah cerita saya ke mana? Pak Sven menjadi tertipu dengan bisikan setan, dan jatuh dalam rasa tersinggung yang berkepanjangan. Dan tahu sendiri, sikap tidak memaafkan , pahit dan mbendhol mburi selalu membawa penyakit kejiwaan. Pak Sven mulai menutup diri, berhenti dari kegiatan pelayanan, dan depresi. Setelah bergelut dengan depresi yang berkepanjangan, lama-lama bu Inga-Lil tidak tahan lagi. Beliau memaksa suaminya ke gereja, and she took no for an answer! Beliau seret suaminya dari tempat tidur, nyantuni (benar-benar disantuni seperti anak kecil!), didudukkan di mobil, dan off mereka ke gereja! It pays off to go to church, kata pak Keith Moore selalu. Dalam hadirat Tuhan ada pertolongan dan jalan keluar! Pemimpin kebaktian pada saat itu menyampaikan "salam" dari Tuhan kepada pak Sven, lalu menyentuh dada beliau dengan ujung jari. Kata pak Sven, rasanya seperti tusukan jarum, tapi sesaat kemudian hadirat Tuhan melingkupi beliau. Hangat terasa di sekujur tubuh! kata beliau. Dan puji Tuhan senantiasa, saat itulah pak Sven dilepaskan dari depresi!
Sepertinya hari Minggu inilah "kebaktian" terlama sepanjang sejarah Norrortskyrkan. Kami yang seksi sibuk sudah mulai kerja bakti sejak jam 9 pagi. Jam 11 perayaan dimulai dan selesai jam 3 sore. Setelah itu? Bersih-bersih tentu saja! Capek, tapi senang dan puas. Terimakasih Tuhan!!
Astagfirullah Pak Sven hahahaha nek ndelok expresi sing iki ki kayane ora mungkin bahwa dia pernah mutung kesarung barang, opo meneh njuk iso kotbah dan dipenuhi Roh Kudus, jan kayane kok ra mungkin hahahahaha. Berarti again, sing tok tok tok ki Juragane kok ancene.
BalasHapusLayout e jan apik tenan Zeng le noto antara foto dan kata2. Kowe semakin pintal. See?? Kandhani koookkkk