Kamis, 28 Juli 2011

Kucing Kecilku yang Ayu Part 2

Sumprit saya sudah berusaha menjadi matte yang baik. Velma hanya boleh makan makanan khusus anak kucing, permen kucing (cat treats) tanpa bahan pengawet, hati dan/atau daging ayam rebus tanpa garam dan sebagainya. Tapi apa boleh buat. Kucing satu ini ternyata pemakan segalanya. Kalah sama Cissi. Cissi yang hanya domestic cat, dibanding Velma, nyak-nyik makannya. Si Velma ini, biarpun sedang tidur nyenyak, langsung bangun mak gregah begitu mencium bau ikan tuna. Atau kehebatan yang baru-baru ini terungkap adalah, dia bisa mencium bau sandwich di tangan husse dari jarak 5 meter. Suatu hari kami sedang sayang-sayangan di lantai kamar mandi. Terdengar langkah husse menaiki tangga menuju kamar tidur. Hidung Velma langsung kembang kempis, dan whess!! Matte ditinggalkan begitu saja karena husse membawa sandwich. Dan husse pun tidak melarang dia ngembat sandwichnya. Husseee...!!! >.<

Saya banyak membaca dan menonton program mengenai temperamen kucing Ragdoll, tapi tak ada artikel maupun program yang menyebutkan bahwa Ragdoll adalah pemakan segalanya.

Untunglah temperamen yang lain, yang disebutkan para pakar perkucingan, ada pada Velma. Paling tidak beberapa. Kucing jenis ini disebut Ragdoll karena reaksinya bila diangkat. Dia akan mandah bagaikan kain lap, tidak protes sama sekali. Kucing Ragdoll adalah kucing yang devoted dan menuntut perhatian besar dari pemiliknya. Kebutuhan akan human contact sangat besar. Dalam beberapa hal, kucing Ragdoll memiliki sifat seperti anjing, yang suka membuntuti pemiliknya dari ruangan ke ruangan. Ini semua benar, semua ada pada Velma.


Di malam pertama di Kragstalund, sudah ketahuan Velma suka duduk menghimpit. Bukan duduk di pangkuan, tapi bersandar. Waktu itu temperatur sedang panas-panasnya, jadi sumuk minta ampun didempeti seonggok bulu hidup seperti itu. Velma harus selalu diperhatikan. Dia selalu ingin bersama kami, kalau tidak matte ya husse, atau dua-duanya. Kalau dia perlu space, dia akan duduk menyendiri, tapi hanya beberapa meter jauhnya dari kami. Sering terjadi Kenta bertanya, mana si kecil? Dan belum saya sempat menjawab, there she is, sedang berjalan ke arah kami. Kalau matte di rumah, wherever matte is there she is. Matte mandi, matte memasak, bahkan duduk di toalet pun ditemani. Dia curious bukan main. Apapun yang dilakukan matte dan husse sangat menarik baginya. Kalau kami kelamaan uplek dan dia bosan menonton, Velma memilih tidur sendirian di lantai kamar mandi. Tapi begitu dia bangun, dia akan mencari husse atau matte sambil ngeek…!! Seakan-akan: lho kok mboten pun kancani seeeh??? Kami jadi, lha yang tadi milih tidur sendirian di kamar mandi yo sopo?? Kalau saya pulang, Velma akan berlari menyambut saya di pintu masuk. Tidak peduli dia tadinya sedang tidur. Jadi dia ngeek..!! sambil matanya masih kriyip-kriyip hahahaha.

Setiap malam Velma selalu tidur bersama kami. Kami sudah membeli ranjang chusus kucing, tapi Velma sama sekali tak tertarik. Tidur di antara matte dan husse lebih menyenangkan, terutama kalau di tengah malam bisa ngembat bantal matte. Lalu jam 5 pagi ngak-ngek membangunkan matte agar bisa bermain sambil grrr-grrr ngorok. Splendid! Baru-baru ini Velma suka digendong. Terutama di pagi hari ketika bangun tidur, atau ketika dia saya ajak melihat pemandangan di luar rumah. Menonton coffee maker atau anak-anak Kragstalund bermain sepak bola benar-benar pemandangan yang whoohh!! Luar biasa! Mata birunya langsung jadi bunder ser! Dia baru menggeliat minta turun kalau mau bermain, atau simply sudah bosan, atau karena husse punya makanan enak.

Karena sifatnya yang gemar kolinan, kata para pakar, tidak bijaksana membiarkan kucing Ragdoll berada di luar rumah sendirian, bisa-bisa dia diculik orang. Para pengembang dan pemilik Ragdoll di Swedia sering mengajak jalan-jalan Ragdoll mereka dengan “rantai” khusus untuk kucing. Ragdoll adalah binatang yang ramah tamah, tidak takut pada manusia maupun hewan peliharaan lain. Nice. Kami mulai melatih Velma untuk jalan-jalan dengan rantai. Asiik. Pikir saya, mau saya pamerkan pada tetangga bahwa keluarga Gustafsson punya kucing timuk-timuk bermata biru. Wuhuu..!! Wealah, so much for the friendly nature. Velma ternyata takut minta ampun pada tetangga! Sekarang sih sudah agak mending, dia berani menonton orang lewat dari kejauhan. Tadinya, ada simbah-simbah lewat pun langsung mak jranthal masuk rumah. Padahal simbah-simbahnya sadar pun tidak kalau ada kucing! Halah halaah… Beberapa anak tetangga tertarik melihat Velma dan ingin memperkenalkan kucing mereka pada Velma. My goodness. Ramah tamah? Adalah mas Moris, kucing tetangga yang ingin sekali berkenalan dengan Velma. Perjumpaan pertama, mas Moris dipelototi sampai takut lalu pergi. Perjumpaan kedua, mas Moris digerami dan di-kha. Lalu mas Nemo, the sweetest gentleman se-Kragstalund. Begitu melihat kami di luar dia langsung mendekat, langsung berguling-guling di tanah dengan manisnya, dan ingin berteman dengan Velma. Khaaa..!! Ya tentu saja mas Nemo langsung mak sreot pergi karena sebal. Masyaalah Velma…

Tapi biarpun dia punya sifat yang agak-agak memalukan, tidak mungkin tidak jatuh cinta pada nok dolok ini. Yang pertama, ya karena dia cantik. Mata bundar biru, bulu halus seperti bulu kelinci, dan ekor panjang melambai-lambai. Yang kedua, karena dia lucu, riang, playful, penuh energi dan banyak akal. Sukar untuk tidak tertawa melihat kelakuannya bila dia bermain. Salah satunya, Velma gemar sekali bermain petak umpet. Lucu sekali melihat hidung hitam dan mata bundar dengan ekspresi siap melakukan kejahatan dari balik selimut, atau dua telinga hitam mecungul dari balik persembunyian. Dan terutama, karena sifatnya yang penuh kasih sayang pada matte dan husse. Kalau mata birunya sudah memandang dengan penuh cinta, aduh maaak, mana tahaan..!! Sejak kedatangan Velma, Kenta jadi banyak tersenyum, banyak tertawa. Sungguh pemandangan yang indah melihat Kenta nge-sun-i kucingnya yang sedang tidur.

Kata Kenta, saya ini ”katt mamma” yang terlalu protektif. Ha mau tidak protektif piye jal, ketika Velma datang, dia tampak vulnerable sekali. Kecil, jauh dari induk dan kakak-kakaknya, di tempat asing… Saya kan harus memastikan dia kerasan dan bahagia di rumah barunya! Sekarang sih dia sudah jingklakan, sudah berani protes dan ngeyel. Tapi saya masih sesekali ngecek ke Kenta, karena dia yang membersihkan toilet Velma: piye pup-nya Velma, normal kah? Tidak diare? Puji Tuhan, selama ini jawaban Kenta selalu, ya pup-nya normal. Alhamdulilah, berarti dia sehat.
Sehat, dan tumbuh dengan pesat. Sudah nyaris sebulan Velma tinggal bersama kami. Terlihat jelas dia semakin besar. Dari gayanya yang kemayu, sedikit-sedikit dandan, menandakan bahwa Velma kerasan dan merasa tentram di bawah asuhan kami. Kami masih merindukan Cissi. Dan kami sepakat tidak mungkin Cissi bisa tergantikan oleh kucing manapun. Tapi kehadiran Velma memberi kami penghiburan yang sangat besar. Saya kadang-kadang merasa seperti Eva dalam kitab Kejadian, ketika dia melahirkan Seth setelah kematian Abel: Tuhan memberiku pengganti. Wekekeke super lebay ya! I know I know..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar